SUMENEP – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya terus ditunjukkan melalui berbagai langkah nyata. Salah satunya dengan memperkuat eksistensi keris sebagai identitas daerah, sejalan dengan tekad menjadikan Sumenep sebagai Kota Keris yang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Pemkab Sumenep menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Keris Sumenep 2026 di ruang rapat kantor Disbudporapar. Forum tersebut mempertemukan para empu, pengusaha keris, serta organisasi perangkat daerah (OPD) untuk merumuskan strategi pengembangan industri keris yang berkelanjutan.
Sekretaris Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Akh. Raisul Kawim, mengatakan rakor tersebut merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam menghimpun berbagai masukan demi memperkuat pengembangan keris khas Sumenep.
“Kami menghadirkan semua elemen terkait agar memperoleh masukan yang berarti dalam upaya mengembangkan keris, mengingat Kabupaten Sumenep telah mendeklarasikan diri sebagai Kota Keris,” ujarnya didampingi Kepala Bidang Kebudayaan, Muhammad Zaini.
Salah satu gagasan strategis yang mengemuka adalah kebijakan agar setiap OPD menggunakan keris khas Sumenep sebagai souvenir resmi dalam berbagai kegiatan. Langkah ini dinilai mampu memperluas promosi sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengrajin dan empu keris lokal.
Selain itu, Pemkab Sumenep juga berencana menyediakan pusat penjualan souvenir keris, sehingga OPD maupun masyarakat dapat memperoleh produk asli langsung dari para pengrajin dengan kualitas dan harga yang terjamin.
Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang Kebudayaan dan Iptek, H. Ibnu Hajar, menegaskan bahwa gagasan tersebut merupakan bagian dari harapan besar Bupati agar keris benar-benar menjadi ikon kebanggaan daerah sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi para empu dan pelaku usaha keris.
“Ke depan, para pengrajin dapat menitipkan hasil karyanya di tempat yang telah disediakan. Dengan demikian, OPD yang membutuhkan souvenir keris khas Sumenep dapat memperolehnya langsung dari sentra tersebut dengan harga yang sesuai dari pengrajin,” katanya.
Menurutnya, langkah ini juga menjadi sarana edukasi agar seluruh instansi memahami bentuk dan karakteristik souvenir yang benar-benar mencerminkan identitas budaya Sumenep. Dengan demikian, setiap cendera mata yang diberikan pemerintah akan menjadi media promosi budaya daerah yang autentik.












