SUMENEP – Kepedulian Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo terhadap masa depan generasi muda kembali ditunjukkan melalui komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter di tengah derasnya arus digitalisasi. Di saat perkembangan teknologi semakin memengaruhi pola hidup anak-anak dan remaja, Bupati Fauzi mendorong Gerakan Pramuka untuk mengambil peran strategis sebagai benteng moral sekaligus penguat karakter generasi penerus bangsa.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sumenep Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, Bupati Fauzi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan karakter sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak-anak saat ini. Namun di balik berbagai manfaat yang ditawarkan, era digital juga menghadirkan tantangan besar yang membutuhkan perhatian dan pengawasan bersama.
“Hari ini anak-anak kita cenderung hampir 50 persen kehidupannya berbicara dengan digitalisasi. Mereka lebih banyak menggunakan handphone dan media sosial,” ujar Achmad Fauzi.
Bupati Fauzi menilai, kondisi tersebut harus disikapi secara bijak melalui penguatan pendidikan karakter sejak dini. Karena itu, keberadaan Gerakan Pramuka menjadi sangat penting sebagai wadah pembentukan pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu berinteraksi secara sehat di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, generasi muda saat ini membutuhkan pendampingan yang lebih kuat agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa kehilangan nilai-nilai moral, etika, dan budaya yang menjadi jati diri bangsa.
“Perlu penguatan karakter dan moral kepada generasi muda, terutama menghadapi tantangan digitalisasi yang saat ini sangat dekat dengan kehidupan anak-anak kita,” tegasnya.
Tak hanya itu, Bupati Fauzi juga menunjukkan kepeduliannya terhadap peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, keberhasilan mencetak generasi unggul tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun guru, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari orang tua, komite sekolah hingga lingkungan sosial.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dalam mengawasi penggunaan teknologi di kalangan anak-anak agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak dan produktif.
Di hadapan para peserta Rakercab, Bupati Fauzi juga menaruh harapan besar kepada Gerakan Pramuka agar terus menjadi contoh nyata bagi generasi muda dalam menjunjung tinggi kedisiplinan, integritas, dan semangat pengabdian.
“Keberadaan Pramuka harus menjadi contoh bagi generasi muda bahwa Pramuka adalah pribadi yang disiplin, berkarakter kuat dan memiliki integritas sejak dini,” tandasnya.












