BPRS Bhakti Sumekar Apresiasi ICP UNIBA Madura, Dinilai Cetak Entrepreneur Muda dan Hidupkan Pasar Anom

SUMENEP — Dukungan terhadap lahirnya generasi muda berjiwa entrepreneur terus diperkuat oleh BPRS Bhakti Sumekar. Salah satunya melalui apresiasi tinggi terhadap program Innovative Collaboration Project (ICP) yang digagas .

Program inovatif tersebut dinilai menjadi langkah cerdas dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun langsung ke dunia usaha dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar menyampaikan bahwa ICP merupakan terobosan luar biasa karena mampu menjembatani teori bisnis yang dipelajari di kampus dengan praktik usaha nyata di lapangan.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman konsep di ruang kelas, tetapi juga ditempa menghadapi tantangan pasar secara langsung sehingga membentuk mental usaha yang kuat sejak dini.

“Jadi kami menyambut baik inisiatif dari UNIBA melalui Rektor Prof. Rachmad Hidayat, yang menginisiasi mahasiswa untuk mempraktekkan teori yang didapat di Fakultas Bisnis dan Ekonomi untuk praktik atau tugas akhir di Blok A Pasar Anom,” ujar Hairil Fajar.

Ia juga memberikan apresiasi atas langkah strategis UNIBA Madura yang memanfaatkan lantai dua Pasar Anom sebagai pusat praktik usaha mahasiswa. Kebijakan tersebut dinilai bukan hanya berdampak pada pengembangan kemampuan mahasiswa, tetapi juga ikut menghidupkan kembali denyut ekonomi pasar tradisional.

Menurut Hairil, keberadaan mahasiswa di area pasar akan menciptakan aktivitas ekonomi baru dan meningkatkan transaksi perdagangan sehingga Pasar Anom dapat kembali ramai dan kompetitif di tengah perkembangan pola belanja modern berbasis digital.

“Intinya kami sangat menyambut baik, karena dari ini kami menilai adalah inovasi dari UNIBA bagaimana mahasiswa memiliki jiwa wirausaha,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, BPRS Bhakti Sumekar juga aktif memberikan edukasi dan pendampingan kepada mahasiswa, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan manajemen usaha. Pendampingan itu dianggap penting agar usaha yang dirintis mahasiswa dapat berkembang secara profesional, sehat, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Rektor , Prof Rachmad Hidayat menegaskan bahwa ICP merupakan komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan. ICP adalah wadah pembelajaran nyata agar mereka berani memulai usaha, memahami manajemen, pemasaran, hingga menghadapi tantangan pasar secara langsung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program ICP menjadi strategi konkret kampus dalam menjawab tantangan tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi. Dengan pengalaman menjalankan usaha selama satu semester penuh, mahasiswa diyakini akan memiliki kesiapan mental dan keterampilan yang lebih matang untuk membangun bisnis mandiri.

“Harapannya, dari ICP ini lahir entrepreneur-entrepreneur muda Madura yang kreatif, tangguh, dan mampu bersaing. Kampus hadir bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai inkubator bisnis masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *